Kisah, ajaran dan teladan maha guru
"KH.Achmad Asrori Al Ishaqy Ra."
Sejak dalam kandungan, tanda-tanda keistimewaan sudah bermunculan menyertai Kiai Asrori al-Ishaqi. Di antaranya, Nyai Siti Qomariyah (dikenal Nyai Sepuh) selalu merasakan kesejukan ketika sedang mengandung Kiai Asrori, dan bahkan seolah-olah ia tidak merasakan beban kehamilan. Tidak sebagaimana yang dialami wanita hamil pada umumnya. Sebaliknya, Nyai Sepuh senantiasa bersemangat ibadah, terutama melakukan shalat malam dan puasa.
Ketika berusia tujuh bulan, kandungan Nyai Sepuh pernah diusap dan dido'akan oleh Gus 'Ud Pager Wojo, Sidoarjo. Sosok wali yang dikenal majdzub ini seraya berkata: "Nyai, ini yang (akan) menjadi mursyid tarekat pengganti Kiai Utsman". Betul saja, ketika sudah waktunya, ia diangkat menjadi mursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN), yang meneruskan estafet kemursyidan dari abahnya. Karena itu, Musyafa' dalam wawancaranya dengan H. Mas'ud, ketika ada yang mengingkari kemursyidan Kiai Asrori al-Ishaqi "sejak kapan engkau menjadi mursyid?". Maka, dijawab olehnya "sejak dalam kandungan".
Dalam riwayat Ahmad Nawi yang secara langsung mendapatkan ceritanya dari Nyai Sepuh, ketika Kiai Asrori al-Ishaqi masih dalam kandungan, seringkali Nyai Sepuh didatangi malaikat seraya memberikan salam. Pagi atau siang harinya Gus 'Ud dan Kiai Hamid Magelang datang untuk ikut mendoakannya.
Baca selengkapnya dalam buku tentang "kisah, ajaran dan teladan maha guru KH. Achmad Asrori Al Ishaqy Ra".